RNews.Media – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Muslimin, menutup agenda reses masa sidang pertama tahun 2025–2026 dengan menggelar pertemuan bersama masyarakat di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (28/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Hamzah menyebut kegiatan tersebut menjadi reses terakhir di masa persidangan kali ini. Meski digelar di Kelurahan Liluwo, ia mengundang perwakilan masyarakat dari seluruh 50 kelurahan di Kota Gorontalo untuk hadir dan menyampaikan aspirasi mereka.
“Memang kita bikin di Kelurahan Liluwo, tapi ini ada beberapa perwakilan dari beberapa kelurahan. Karena ini reses terakhir, setidaknya menjadi perwakilan dari Kota Gorontalo,” ujar Hamzah.
Beragam aspirasi disampaikan warga, terutama yang berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS mandiri yang kesulitan membayar iuran. Menanggapi hal itu, Hamzah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan akses layanan kesehatan hanya karena kendala finansial.
“Kita tidak mau hanya karena persoalan uang, pelayanan kesehatan masyarakat terganggu. Tadi sudah dijelaskan oleh pihak BPJS bahwa meskipun BPJS mandiri sudah tidak aktif, warga tetap bisa dilayani dengan langsung dialihkan ke BPJS pemerintah saat berobat,” jelasnya.
Selain itu, Hamzah juga menyoroti adanya miskomunikasi yang sempat terjadi terkait pasien yang diminta pulang lebih cepat dari rumah sakit. Ia memastikan bahwa BPJS tetap menjamin pembiayaan perawatan hingga pasien benar-benar dinyatakan sembuh.
“BPJS sudah menegaskan bahwa hal seperti itu tidak seharusnya terjadi. Mereka menjamin pembiayaan sampai pasien tidak lagi memerlukan perawatan,” tegasnya.
Hamzah menutup pertemuan dengan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemui kendala dalam layanan kesehatan, agar dapat segera dicarikan solusi bersama.
“Saya sudah sampaikan, kalau mengalami hal-hal seperti itu, tolong disampaikan ke kami. Supaya bisa kita bantu cari jalan keluarnya,” pungkasnya.



















