RNews.Media – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Muslimin, menyerap berbagai aspirasi warga saat melaksanakan reses di Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, Hamzah menyampaikan bahwa persoalan bantuan sosial masih menjadi keluhan utama masyarakat. Salah satu isu yang paling banyak disorot ialah ketidaksesuaian data desil penerima bantuan di Dinas Sosial, yang menyebabkan warga yang berhak justru tidak menerima bantuan.
Hamzah menjelaskan, persoalan data tersebut merupakan masalah klasik yang hampir terjadi di seluruh daerah. Pemerintah provinsi, kata dia, hanya menyalurkan program bantuan, sementara data penerima berasal dari tingkat kelurahan dan desa. Kondisi ini kerap memicu keluhan masyarakat setiap kali reses maupun kunjungan kerja dilakukan.
Selain bantuan sosial, warga juga menyampaikan permohonan terkait bantuan UMKM serta beasiswa pendidikan. Untuk beasiswa, Hamzah menyebutkan bahwa anggaran telah disiapkan, namun kuotanya masih terbatas. Dari total alokasi yang tersedia, sebagian sudah terserap, sementara sisanya akan disesuaikan dengan kebutuhan warga yang mengajukan permohonan.
“Reses memang tugas kami untuk menampung aspirasi. Kalau ada kebutuhan lain di luar yang sudah dianggarkan, itu akan kami perjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD,” ujar Hamzah.
Ia menambahkan, sejumlah aspirasi lain seperti permintaan mesin tempel untuk nelayan akan diupayakan masuk dalam anggaran perubahan melalui pokok pikiran DPRD. Hamzah mengakui, reses di wilayah pesisir menjadi pengalaman pertamanya, sehingga sebelumnya alokasi anggaran lebih banyak difokuskan pada sektor UMKM.
Dalam kesempatan itu, Hamzah juga menanggapi keluhan warga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut pada dasarnya baik dan bermanfaat bagi masyarakat, namun masih memerlukan penyempurnaan dari sisi sistem pelaksanaan.
Ia menilai, pelibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, kampus, maupun orang tua, dapat menjadi alternatif agar perputaran ekonomi di tingkat lokal lebih merata. Meski demikian, Hamzah menegaskan tetap mendukung program MBG, sembari mendorong perbaikan mekanisme agar manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.



















