Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) menggelar kegiatan ORARI Cycling Mobile pada Minggu, 25 Januari 2025. Kegiatan ini mengambil titik start di GOR Nani Wartabone dan finis di Desa Pilohayanga, tepatnya di kediaman Suwandi Musa (YE8RNA), dengan jarak tempuh sekitar 16 kilometer.
Dalam wawancara, Pak Suhandi selaku salah satu pengurus ORARI menjelaskan bahwa kegiatan bersepeda ini merupakan bagian dari upaya membentuk komunitas internal untuk mendorong pola hidup sehat di kalangan anggota. Selama ini, ORARI lebih dikenal publik melalui aktivitas komunikasi radio dengan istilah “brik-brik” dan “roger-roger”.
“Perlu dicatat bahwa anggota ORARI itu manusia, dan manusia butuh pergerakan supaya segar. Itu motivasinya. Supaya anggota ORARI sehat, sehingga saat mengudara juga lebih bagus dan tidak menjadi troublemaker di udara,” ujar Pak Suhandi.
Ia menambahkan, ORARI Cycling Mobile ini baru dilaksanakan untuk kedua kalinya dan akan terus berlanjut ke depan. Bahkan, pihaknya telah merencanakan kegiatan serupa pada bulan puasa mendatang jika mendapat kesepakatan bersama.
“Kami rencanakan tetap lanjut, bahkan di bulan puasa. Kita ambil waktu tertentu, sekalian buka puasa bersama. Sambil bersepeda 4 sampai 5 kilometer, yang penting kita bergerak,” katanya.
Terkait jarak tempuh, panitia sengaja menyesuaikannya dengan kondisi usia mayoritas peserta yang berada di rentang 50 hingga 60 tahun. Menurutnya, jarak sekitar 16 kilometer masih tergolong aman dan mampu ditempuh oleh peserta.
“Usia kita rata-rata 50-an sampai 60-an. Jadi jarak ini menurut saya masih bisa ditempuh. Kita ukur jaraknya saja, disesuaikan dengan usia-usia kita,” tuturnya.
Sementara itu, pemilihan lokasi finis di kediaman salah satu anggota juga memiliki alasan tersendiri. Selain bersifat sederhana, lokasi tersebut memungkinkan peserta langsung beristirahat dan menikmati hidangan setelah berolahraga.
“Supaya paling tidak ala kadarnya. Setelah olahraga, kita sudah bisa makan bersama,” ujar Pak Suhand sambil tersenyum.
Melalui kegiatan ini, ORARI berharap dapat membangun kebersamaan antaranggota sekaligus menanamkan semangat hidup sehat tanpa meninggalkan kewajiban ibadah maupun aktivitas utama organisasi.



















