RNews.Media – Pelaksanaan hari kedua kegiatan Capacity Building di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (12/12/2025), berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan kaku. Kegiatan yang digelar sejak pagi itu justru menghadirkan momen reflektif yang menyentuh sisi emosional para peserta. Sejumlah aparatur terlihat larut dalam perasaan haru, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata saat sesi pengembangan diri dimulai.
Situasi tersebut terjadi ketika materi self development dipandu oleh Master Hypnotherapy, Zulkifly Bilondatu. Melalui pendekatan komunikasi yang tenang dan teknik hipnoterapi ringan, ia mengajak peserta menelusuri kembali motivasi awal, potensi diri, serta nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Seiring berjalannya sesi, suasana ruangan berubah menjadi lebih hening dan penuh perenungan. Para peserta tampak menyimak dengan serius setiap arahan yang disampaikan, terutama saat diminta mengingat kembali alasan memilih jalur pengabdian di lingkungan birokrasi. Momen tersebut memunculkan kesadaran personal yang mendalam, sekaligus membuka ruang kejujuran terhadap diri sendiri.
Dalam pemaparannya, Zulkifly menekankan bahwa kualitas aparatur tidak semata diukur dari kemampuan teknis. Ketangguhan mental, kemurnian niat, integritas, serta keterbukaan untuk bekerja sama menjadi faktor penting dalam membangun kinerja yang berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan publik menuntut keseimbangan antara rasionalitas dan empati.
Selain itu, peserta didorong untuk kembali mengenali potensi yang mungkin terabaikan serta menata ulang semangat kerja menghadapi dinamika tugas ke depan. Penguatan integritas, pengelolaan emosi, dan peningkatan produktivitas menjadi pesan utama yang terus ditekankan sepanjang sesi berlangsung.
Momen refleksi tersebut turut mempererat kebersamaan antarsesama pegawai. Kesadaran bahwa tanggung jawab institusi tidak dijalankan secara individual, melainkan melalui kerja kolektif dan dukungan satu sama lain, menjadi nilai penting yang mengemuka dalam sesi tersebut.
Meski diwarnai suasana haru, kegiatan pengembangan diri pada hari kedua Capacity Building justru meninggalkan energi positif. Para peserta meninggalkan ruang pelatihan dengan ekspresi yang lebih tenang, semangat yang diperbarui, serta komitmen untuk menerapkan kesadaran baru tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas, tetapi juga meneguhkan kembali makna pengabdian sebagai aparatur publik.



















