Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahParlemen

Kemarau dan Angin Kencang, DPRD Provinsi Gorontalo Minta Warga Hindari Pembakaran

130
×

Kemarau dan Angin Kencang, DPRD Provinsi Gorontalo Minta Warga Hindari Pembakaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

RNews – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa bersama pimpinan dan anggota Komisi I mengunjungi Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Minggu (6/9/2026). Kunjungan tersebut bertujuan melihat kesiapan pemerintah desa menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Ridwan mengatakan kondisi cuaca panas dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, ia meminta pemerintah desa mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.

Example 300x600

“Musim kering ini yang harus kita cegah jangan sampai ada pembakaran-pembakaran. Akibatnya bisa luas. Tidak hanya hutan yang terbakar, rumah juga bisa ikut terbakar,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, masyarakat perlu mencari cara yang lebih aman untuk mengelola sisa tanaman. Ia mencontohkan sisa hasil pertanian seperti tanaman jagung yang dapat masyarakat olah menjadi pupuk, daripada membakarnya.

Selain membahas dampak kemarau, Ridwan menyoroti peran mahasiswa dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi desa. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang hadir dalam kegiatan tersebut membawa gagasan dari berbagai bidang keilmuan.

Ridwan menilai keterlibatan mahasiswa dapat membantu desa menemukan solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Ia mencontohkan gagasan pengolahan jagung yang muncul dalam diskusi bersama mahasiswa.

“Menjual jagung jangan hanya dalam bentuk pipilan. Bagaimana jagung itu diproses menjadi makanan sehingga bisa dijual di toko dan memiliki nilai tambah. Ini menarik,” ujarnya.

Namun, pengembangan produk olahan jagung membutuhkan dukungan peralatan. Ridwan mengatakan kebutuhan tersebut perlu mendapat perhatian DPRD agar gagasan masyarakat dan mahasiswa dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

Selain sektor pertanian, mahasiswa juga mengangkat persoalan stunting. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mengenalkan langkah-langkah praktis untuk membantu pemerintah desa menangani persoalan tersebut.

Ridwan berharap DPRD dapat menindaklanjuti berbagai gagasan mahasiswa melalui program yang sesuai dengan kebutuhan desa. Menurut dia, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam dan semangat pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, inovasi, serta keterlibatan generasi muda.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *