RNews.Media – Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Desa Bube, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring penggunaan lahan untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sekaligus memastikan legalitas tanah yang akan digunakan.
Kepala Desa Bube, Arifin Hadju, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi desa saat ini adalah keterbatasan lahan. Hal tersebut terjadi akibat pemekaran wilayah desa yang membuat luas wilayah Desa Bube menyusut secara signifikan.
“Desa Bube ini dulunya terdiri dari empat desa sebelum pemekaran. Sekarang sebagai desa induk justru tinggal sekitar 20 hektare. Untuk mencari lahan kosong sangat sulit karena sudah ditempati masyarakat, sementara sawah hanya sekitar 6 hektare,” ujar Arifin.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pemerintah desa kesulitan menyediakan lahan, termasuk untuk pembangunan gerai koperasi. Bahkan, upaya mendapatkan lahan hibah dari masyarakat juga menghadapi kendala karena sebagian besar warga masih mempertimbangkan kepentingan pribadi.
Menurut Arifin, hingga saat ini pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih belum dapat direalisasikan karena belum tersedianya lahan yang sesuai. Selain itu, faktor biaya juga menjadi hambatan.
“Kalau koperasinya sebenarnya sudah ada dan aktif, tapi kendalanya di lahan. Untuk kebutuhan lahan sekitar 17×40 meter, kami masih kesulitan mencarinya,” jelasnya.
Sebagai alternatif, pemerintah desa mempertimbangkan penggunaan lahan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, opsi tersebut masih bergantung pada persetujuan pemerintah daerah.
“Masih ada peluang di lahan BUMD, tapi kami belum tahu apakah akan diizinkan atau tidak,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Sidiki, mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi Desa Bube juga dialami oleh desa lain di wilayah Suwawa.
“Kami sudah mendengar langsung bahwa kendala utama memang pada ketersediaan lahan. Tidak hanya di Desa Bube, tapi juga di desa lain seperti Tinelo. Masyarakat masih mempertimbangkan jika diminta memberikan lahan secara cuma-cuma,” ujar Yeyen.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi sosial dan keamanan di desa tetap kondusif. Selain itu, hubungan antar kepala desa dinilai cukup solid dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.
“Alhamdulillah dari sisi keamanan tidak ada masalah. Kekompakan antar kepala desa juga cukup kuat,” pungkasnya.
Komisi I DPRD berharap kunjungan lapangan ini dapat menghasilkan solusi konkret terkait penyediaan lahan, sehingga pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.



















