Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo akan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (22/7/2026) pukul 13.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan memantau persoalan data desil dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka ingin memastikan program bantuan benar-benar tepat sasaran.
Anggota Komisi I, Femmy Udoki, mengungkapkan bahwa masyarakat sering mengeluhkan ketidaksesuaian data desil. Ia menjelaskan, pemerintah menyusun DTSEN dengan menggabungkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Regsosek, dan kementerian terkait.
Menurut Femy, penggabungan data tersebut justru memunculkan sejumlah masalah di lapangan. Ia menemukan warga yang seharusnya masuk desil satu hingga tiga, tetapi tercatat pada desil lebih tinggi. “Di Desa Tuloa, ada seorang janda yang masuk desil delapan. Data juga mencatat ia memiliki usaha reparasi mobil, padahal tidak punya usaha,” kata Femmy.
Ia menilai kondisi ini harus segera diperbaiki agar tidak merugikan masyarakat penerima bantuan. Femmy menyebut BPS melakukan pembaruan data setiap tiga bulan. Ia meminta pemerintah desa dan operator desa aktif memanfaatkan momentum ini dengan mengusulkan perbaikan jika menemukan data yang keliru.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Kifli Abdul, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa. Mereka membantu proses pengusulan perbaikan data desil masyarakat. Ia menjelaskan, warga bisa langsung datang ke kantor desa untuk memperbarui data, dan pendamping bersama aparat desa akan mengawal proses tersebut hingga selesai.
“Hasil pembaruan biasanya terlihat dalam waktu tiga sampai enam bulan,” ujar Kifli. Ia juga menyebut beberapa kasus sudah berhasil diperbaiki. Sejumlah warga yang sebelumnya berada di desil tinggi kini masuk ke kategori yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.
Melalui kunjungan ini, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo ingin mendorong perbaikan data desil secara menyeluruh. Mereka berharap pemerintah desa lebih aktif memperbarui data, sehingga penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan keluhan di masyarakat.



















