
RNews – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo merancang strategi yang lebih konkret dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran berikutnya. Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tuli, tersebut menjadi bagian dari evaluasi lanjutan terhadap arah kebijakan pembangunan daerah. Dalam forum itu, anggota dewan menekankan bahwa setiap program yang dirancang pemerintah perlu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan penerimaan daerah.

Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar untuk mendongkrak PAD, di antaranya sektor pariwisata dan pertambangan. Komisi III berpandangan, pengelolaan yang optimal pada kedua sektor tersebut dapat menjadi salah satu pilar penguatan fiskal daerah.
Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Syamsir Djafar Kiayi, menilai potensi pariwisata Gorontalo belum tergarap maksimal. Ia menyebut kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah masih belum sebanding dengan potensi yang dimiliki.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyusun langkah strategis yang lebih terarah, agar pengembangan destinasi wisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Anas Jusuf, menyoroti kontribusi sektor pertambangan, khususnya dari PT PETS. Ia meminta kejelasan terkait mekanisme bagi hasil dari aktivitas pengolahan tambang yang beroperasi di Kabupaten Pohuwato.
Menurut dia, keterbukaan informasi mengenai kontribusi sektor tersebut penting agar publik dapat mengetahui sejauh mana investasi yang masuk memberikan dampak terhadap pembangunan daerah.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tuli, menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) perlu menyusun program yang berorientasi pada peningkatan PAD. Ia mengingatkan agar setiap OPD tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Ia menambahkan, sinergi antara perencanaan pembangunan dan strategi peningkatan PAD menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran.

















